Pangeran Kertadiningrat
Bangsawan tinggi (cicit Panembahan Girilaya) yang memilih jalan uzlah dari Keraton Cirebon ke pedalaman Cilaja pada era 1730-an[cite: 1]. Beliau meletakkan landasan Tarekat Syattariyah, membuka lahan irigasi, mengajarkan seni dakwah Gembyung, serta mewariskan manuskrip berharga salinan kitab Ibnu 'Arabi[cite: 1].