Ornamen Atas
Kembali

Garis Waktu

Perjalanan Peradaban Desa

Masa Alam Purba & Hunian Awal

  • ±5 Juta Tahun Lalu
    Wilayah Cilaja merupakan bagian dari laut dangkal. Proses geologi membentuk batuan karang fosil di sekitar Cisande[cite: 1].
  • ±2,5 Juta - 10.000 Tahun Lalu
    Perubahan iklim menciptakan kondisi ekologis stabil, kawasan lereng Ciremai mulai dihuni[cite: 1].
  • ±2500 - 2000 SM
    Budaya Neolitik berkembang (konteks Cipari-Cibuntu) dalam satu lanskap prasejarah[cite: 1].
  • Pra-Abad ke-15
    Tradisi megalitik berlanjut (batu tegak). Situ Cimanangga diposisikan sebagai pusat kosmologis[cite: 1].

Masa Sunda Kuno - Pajajaran

  • ±600 - 700 M
    Masuk jaringan Galuh-Sunda. Cilaja berfungsi sebagai mandala atau kabuyutan[cite: 1].
  • ±800 - 1400 M
    Peran sebagai wilayah adat-spiritual. Kehidupan diatur norma adat dan kosmologi Sunda[cite: 1].
  • ±1400 - 1482 M
    Masa akhir Pajajaran. Cilaja bertahan dengan pusat kehidupan pada mata air dan hutan larangan[cite: 1].

Transisi Islam & Kesultanan Cirebon

  • ±1480 - 1500 M
    Gelombang awal Islam masuk melalui Cirebon, dipelopori tokoh Mahesa Suro[cite: 1].
  • ±1550 - 1580 M
    Islamisasi struktural mulai berlangsung melalui utusan seperti Arya Sulthon Nangga[cite: 1].
  • ±1500 - 1650 M
    Struktur desa terbentuk di bawah Kesultanan Cirebon, muncul jabatan religius lebe[cite: 1].

Pengaruh Mataram & Diaspora Bangsawan

  • 1628 - 1633 M
    Perang Mataram-Batavia menjadikan desa sebagai basis logistik. Reformasi kalender Jawa mulai diterapkan[cite: 1].
  • ±1680 - 1740 M
    Pangeran Kertadiningrat (cicit Girilaya) uzlah ke pedalaman, membangun jejaring religius (Tarekat Syattariyah)[cite: 1].
  • ±1770-an
    Tradisi naskah dan kitab berkembang, ditandai keberadaan salinan kitab tasawuf[cite: 1].

Desa Administratif & Kolonial

  • 1813 M
    Wafatnya Buyut Ngabei, bukti keras berdirinya tatanan administrasi pamong praja desa (ngabehi)[cite: 1].
  • 1855 - 1866 M
    Catatan F.C. Wilsen menyebut "Tjiladja". Kepemimpinan formal Kuwu Candrapura[cite: 1].
  • 1901 - 1919 M
    Masa Kuwu Nunasim. Menghadapi krisis hama, manuver militer, dan diaspora warga[cite: 1].
  • 1920 - 1941 M
    Era Kuwu Jayaparana. Pemulihan ekonomi, ukiran Mihrab Masjid (1924), dan berdirinya Kursus Pertanian[cite: 1].

Pendudukan Jepang & Kemerdekaan

  • 1942 - 1945 M
    Pendudukan militer Jepang mengubah struktur menjadi Ku-cho, kontrol Tonarigumi, dan krisis pangan[cite: 1].
  • 1945 M - Sekarang
    Cilaja bergabung dengan NKRI. Masa revolusi fisik hingga menjadi desa administratif modern[cite: 1].
Ornamen Bawah
Beranda Timeline Tokoh Situs