Ornamen Atas
Kembali

Situs & Peninggalan

Jejak Artefak & Ruang Sakral

Pusat Air & Spiritual

Situ Cimanangga
Mata air purba yang menjadi pusat kosmologis (puseur) kehidupan awal. Di area mata air ini terdapat gundukan batu yang dikenal warga sebagai Makam Sicucuk (berkaitan dengan mitos ikan si cucuk), sebuah petilasan yang menyerupai makam/gundukan batu, serta temuan batu pipih kuno.
Batu Kembar
Situs yang terletak di area alun-alun desa Cilaja. Keberadaan batu ini memiliki nilai historis yang kuat karena telah terekam secara otentik dalam gambar sketsa laporan arkeologi F.C. Wilsen yang diterbitkan pada tahun 1855.
Batu Bujal Dayeuh
Formasi batu kuno di Dusun Manis. Secara toponimi bermakna "pusar/pusat kota", menandakan titik sentral awal tata ruang permukiman (Dayeuh) sebelum meluas.

Kompleks Pemakaman Sakral

Astana Kaler
Pusat pemakaman utama yang menyimpan jejak panjang perintis desa dan para ulama. Di dalam kompleks ini bersemayam:
  • Mbah Buyut Mahesa Suro
  • Eyang Lebe Damar
  • Syekh Mataram
  • Makam berukir garuda (berada di utara pusara Mbah Mahesa Suro)
  • Raden Ratna Kesuma Laulujan
  • Buyut Ngabei
  • Kyai Hasan Amir (wafat 1350 H)
  • Kyai Ahmad Dasuki (wafat 1362 H)
Pemakaman Parigi
Kompleks pemakaman sakral kedua yang juga menjadi titik penting sejarah desa. Di kompleks ini terdapat pusara tokoh berpengaruh, yaitu Syekh Majuja dan Buyut Gugur.

Artefak Estetika & Jejak Material

Ukiran Mihrab (1924 M)
Mahakarya seni ukir kayu yang dikerjakan oleh seniman sekaligus ulama Kyai Ahmad Dasuki. Artefak ini saat ini tersimpan dengan baik di Tajug Kidul (sekarang menjadi Langgar At-Taqwa).
Nisan Buyut Ngabei
Sebuah nisan bersejarah dengan angka tahun bertuliskan 1223 H atau 1228 H (sekitar 1809/1813 M). Karena angka terakhir dan sebagian nama pada batu nisan terkena korosi, masyarakat setempat secara turun-temurun menyebut sosok tersebut sebagai "Buyut Ngabei".
Kentongan Tua (±1981)
Artefak alat komunikasi dan penanda waktu tradisional buatan sekitar tahun 1981 yang masih terjaga dan tersimpan di Langgar At-Taqwa.
Batu Cekung Tempat Dupa
Sebuah artefak batu berpermukaan cekung yang difungsikan sebagai tempat pembakaran dupa, terletak persis di area pusara makam Mbah Buyut Mahesa Suro. Artefak ini menjadi saksi kesinambungan tradisi kultural warga setempat.
Ornamen Bawah
Beranda Timeline Tokoh Situs